
Bali merupakan salah satu provinsi di Indonesia dari sekian banyak provinsi yang ada dimana ibu kota provinsi berada di Denpasar . Bali sendiri terdiri dari pulau-pulau kecil seperti Pulau Nusa Penida, Pulau Nusa Ceningan, Pulau Nusa Lembongan, Pulau Serangan dan juga Pulau Menjangan. Bali sendiri merupakan bagian dari kepulauan sunda kecil sepanjang 153 km dengan lebar 112 km atau sekitar 3,2 km dari Pulau Jawa. Secara geografis, Bali terletak di antara Pulau Jawa dengan Pulau Lombok. Yang dimana mayoritas penduduk Bali adalah pemeluk agama Hindu. Bali memiliki iklim tropis seperti bagian Indonesia yang lainnya. Luas wilayah Provinsi Bali sendiri yaitu 5.636,66 km2 atau setara dengan 0,92% kuas wilayah Negara Kesatuan Republi Indonesia. Bali memiliki 8 Kabupaten, 1 kotamadya, 55 kecamatan dan 701 desa/kelurahan.
Di dunia, Bali terkenal sebagai tujuan pariwisata dengan keunikan berbagai hasil seni-budayanya, khususnya bagi para wisatawan Jepang dan Australia. Bali juga dikenal dengan julukan Pulau Dewata dan Pulau Seribu Pura.

Bali merupakan primadona pariwisata di Indonesia yang sudah terkenal di seluruh dunia. Selain terkenal dengan keindahan alam, terutama pantainya, Bali juga terkenal dengan kesenian dan budayanya yang unik dan menarik. Industri pariwisata berpusat di Bali Selatan dan di beberapa daerah lainnya. Lokasi wisata yang utama adalah Kuta dan sekitarnya seperti Legian dan Seminyak, daerah timur kota seperti Sanur, pusat kota seperti Ubud, dan di daerah selatan seperti Jimbaran, Nusa Dua dan Pecatu.

Bali sebagai tempat tujuan wisata yang lengkap dan terpadu memiliki banyak sekali tempat wisata menarik, antara lain: Pantai Kuta, Pura Tanah Lot, Pantai Padang – Padang, Danau Beratan Bedugul, Garuda Wisnu Kencana (GWK), Pantai Lovina dengan Lumba Lumbanya, Pura Besakih, Uluwatu, Ubud, Munduk, Kintamani, Amed, Tulamben, Pulau Menjangan dan masih banyak yang lainnya. Kini, Bali juga memiliki beberapa pusat wisata yang sarat edukasi untuk anak-anak seperti kebun binatang, museum tiga dimensi, taman bermain air, dan tempat penangkaran kura-kura.
Era globalisasi dapat diartikan dengan dua kata yaitu era berarti zaman atau kurun waktu, dan globalisasi yang memiliki arti proses mengglobal atau mendunia. Jadi era globalisasi berarti zaman yang didalamnya terjadi proses mendunia.

Proses ini terjadi di berbagai bidang aspek kehidupan manusia, misalnya di bidang polotik, ekonomi, social, agama, pariwisata, dan terutama globalissi di bidang teknologi. Proses mendunia tersebut juga bisa dijelaskan sebagai perkembangan budaya manusia dewasa ini telah mencapai taraf yang luar biasa. Dengan adanya teknologi transfortasi dan komunikasi serba canggih yang telah berhasil diciptakannya manusia telah berhasil mengatasi jarak yang dulu memisahkan kita kini menjadi tidak ada lagi jarak antar kota, pulau tersebut. Manusia juga dengan mudahnya berkomuikasi mengunakan satekit yang berada di atas. Oleh karena itu perkembangan teknilogi trasfortasi dan komunikasi dunia seolah semakin sempit, ruang dan waktu menjadi semakin relative dan batas-batas Negara seakan sangat mudah untuk dilewati.
Pengembangan pariwisata Bali untuk kedepannya harus tetap mempertahankan budaya dalam menghadapi era globalisasi. Bahkan bali dikatakan sebagai jantungnya pariwisata di Indonesia yang akan menyelamatkan dan menjadikan kekuatan dalam menghadapi serbuan globalisasi.

Budaya sendiri harus menjadi nafas pengembangan bagi pariwisata di Bali. Jadi untuk bersaing di ear globalisasi ini kita hendaknya mengembangkan pariwisata budaya bukan pariwisata mall dan faktor lingkungan juga tidak bisa dilepaskan dari lingkungan masyarakat Bali. Lingkungan sendiri menjadi sangat penting karena jika lingkungan kita hancurmakan daya tarik wisata dan kekuatan pariwisata di Bali akan hilang. Hal penting yang dilakukan dalam langkah menjaga lingkungan Bali dari kerusakan oleh pembangunan-pembangunan yang terjadi adalah faktor penegakan hukum. Jika ada pelanggaran pembangunan hotel yang tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku harus diambil tindakan tegas. Pemerintah daerah harus konsisten mengawal aturan dan mencegah pembangunan yang merusak lingkungan.
Jangan sampai lahan subur produktif yang kita miliki dikurbankan untuk pembangunan akomodasi pariwisata seperti hotel atau vila. Apalagi, Indonesia kini sedang menghadapi krisis lahan pertanian yang terus berkurang.

Pengembangan pariwisata bukan mengandalkan fisik namun pariwisata yang berbasis agrowisata atau wisata alam. Kesiapan Bali sebagai destinasi pariwisata yang bersaing di era global sudah bagus. Karena pemerintah sudah mengeluargakn banyak peraturan-peraturan yang mengatur bagaimana pembangunan bali bisa dilakukan. Selain itu pada penyelenggaraan event-event internasional yang diselenggarakan di Bali, pemerintah Bali juga sudah mengutamkan kebudaya Bali dalam penyelenggaraannya karna diharuskan menggunakan pakaian adat Bali. Gerakan-gerakan aktif dari komunitas dan didukung oleh pemerintah juga sudah aktif menyuarakan untuk tidak menggunakan plastic sekali pakai. Hal itu juga berdampak sangat baik bagi lingkungan Bali dan juga untuk menjaga destinasi pariwisata kita tetap asri dan nyaman sehingga akan terus didatangi oleh wisatawan.